Jumat, 28 November 2014

Succes Story : pustakawan dengan spesialisasi



Apa Spesialisasimu?

Jika kita berbicara profesi seorang dokter, dari pendidikan awal, mereka akan mendapatkan diri mereka sebagai seorang dokter umum. Biasanya kemudian mereka berminat dan melanjutkan mengambil spesialisasi, sehingga muncullah banyak spesialisasi dokter. Dokter spesialis anak, spesialis kandungan, spesialis mata, spesialis THT, dan masih banyak spesialis lainnya.  Dan, karena spesialisasi inilah mereka dengan mudah dapat dikenal dan dicari.

Nah,,, bagaimana dengan profesi kita sebagai pustakawan?

Ok, sebagai awalnya, saya akan sedikit bercerita tentang seorang pustakawan yang menurut saya ia telah sukses dengan spesialisasinya. Simak ya,,, :D

Nama lengkapnya Luckty Giyan Sukarno. Ia seorang pustakawin (pustakawan perempuan) yang bekerja di salah satu sekolah di kota Metro, Lampung. Usianya saat ini menginjak 26 tahun. Mendapatkan gelar dari Jurusan Ilmu Informasi dan perpustakaan dari Universitas Padjajaran Bandung. Sukses mendapatkan gelar, ia kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan dirinya di tanah kelahiran.

Luckty, begitu biasa ia dipanggil, aktif sekali membaca buku. Saking sukanya membaca ia mengkampanyekan 1 hari 1 buku. Keaktifannya dalam membaca buku, ia tuangkan dalam tulisan berupa resensi buku. Nah,,, di RESENSI ini-lah Luckty mendapatkan dirinya begitu menyatu. Sejak ia mendapatkan kuliah Penulisan Artikel dan Resensi Buku, Luckty merasakan dirinya sangat bersemangat.
Rasa suka menulis resensi benar-benar ia wujudkan dalam tindakan. Sudah sangat banyak buku yang ia baca dan ia resensi. Resensi buku itu dipost kan ke blognya luckty.wordpress.com.  sebegitu seringnya meresensi, Lucty memiliki gaya tersendiri dalam menuliskan apa yang telah dibacanya dari buku.  Tidak berhenti di situ saja, Lucty kemudian bergabung dengan komunitas BBI (Blog Buku Indonesia).  Dimana komunitas tersebut merupakan komunitas para pecinta buku yang hobi banget menulis resensi. Koleksi buku dari masing-masing anggota beragam, dan bahkan satu judul buku bisa mencapai beberapa judul karena dikoleksi dengan mengambil semua bahasa yang digunakan penerbitan. Luckty menemukan komunitas yang pas dengan dirinya.

Apa bukti kesuksesan Luckty dengan spesialisasinya?
Jika kita tengok ke blognya, akan terlihat banget karena resensinya yang ia post, ia banyak dikirimi buku-buku untuk diresensi. Saya tahu bagaimana rasanya mendapatkan kiriman buku. Bagi pustakawan, mendapatkan buku adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Dengan berbagai banyak kiriman buku, semakin memperkaya koleksi perpustakaan. Dan semakin sering ia membaca dan meresensi.
Apalagi? Blognya Luckty juga sering diajak kerjasama dalam lomba resensi buku.
Apalagi? Luckty pernah mendapatkan mention dari pengarang buku di twitternya ketika ia men-twit resensinya tentang beberapa buku terjemahan. 

Untuk tahu banyak prestasinya, silahkan berkunjung ke sini. Di situ, Luckty sedang diwawancarai tentang berbagai hal mengenai dirinya. Luckty juga banyak berbicara tentang perpustakaan di sini
Nah, terakhir, gak afdol kalau belum berkunjung dan mengenal langsung siapa Luckty Giyan sukarno. Klik https://luckty.wordpress.com/

Sudah membaca? Keren bukan????

Menurut saya, Luckty adalah satu contoh pustakawan yang ia sangat aktif dalam spesialisasinya. Sadar akan mengembangkan bakat dengan mencari komunitas yang akan mendukungnya, juga aktif dalam dunia maya untuk mempromosikan buku serta jatidirinya sebagai seorang pustakawan. Jika membaca blognya, nuansa pembacaan akan terasa bahwa menjadi seorang pustakawan adalah sangat menyenangkan.  Saya pribadi, iri dengan kesuksesan Luckty. Saya juga ingin sukses. Ah tidak. Saya juga akan sukses dengan spesialisasi saya sendiri. 

Nah, temen-temen pustakawan, apa spesialisasimu? Yok kita susul kesuksesan Mbak Luckty,,,

1 komentar:

catatan luckty mengatakan...

Wah, ada namaku mejeng di sini. Makasih ya. Ayo, tetap semangat memajukan dunia perpustakaan dan pustakawan :*